Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un..telah wafat al-Maghfurlah al-Allamah KH. Zainil Abidin Munawwir (Pondok Pesantren Krapyak Jogjakarta)
Dalam waktu singkat banyak banget ulama-ulama dg kapabilitas "shahih" wafat..KH. Sahal, Habib Mundzir, dan beberapa kyai lain yg otomatis tercerabut pula ilmu daripadanya. Juga datangnya bencana secara bertubi-tubi hendaklah cukup peringatan akan adzab yg lbh besar untuk Indonesia umumnya dan Islam khususnya.
Demikian semakin banyak mulai ustadz-ustadz "palsu" bertebaran, hendaknya kita dapat memilah memilih dan sangat berhati-hati menjalani hidup.
Berikut petikan ceramah Gus Mus (KH. Mustofa Bisri) di Krapyak
"Karena orang awam tak bisa memahami langsung al-Quran dan Hadist, Maka para imam madzhab membuat "buku pintar" dalam kitab-kitabnya. Kitab-kitab yg jd buku pintar itu dibuat oleh imam madzahib memudahkan kita yg awam dlm masalah agama, ada tata cara ibadah dll.
Banyak aliran yg menyimpang krn tdk mengkuti ulama madzhab, merasa pintar menafsirkan al-Quran dan Hadist tanpa ilmu yg cukup. Walaupun orang itu jenggotnya sampai pusar dan jidatnya hitam, tapi tak punya akhlak dan kasih sayang kepada umat tak pantas disebut ulama.
Disebut ulama krn dia pewaris Nabi sang Kekasih, mewariskan keluhuran akhlak, budi pekerti dan welas asih kpd semua makhluk. Dulu Nabi punya 2 sahabat, Abu bakar dan Umar bin khattab, 2 karakter yg bertolak belakang, satunya berwatak lembut dan satunya keras.
Umat Islam saat ini banyak kehilangan ulama yg jd teladan, setelah mbah Sahal menyusul mbah Zainal. Allahummaghfirlahuma..
Setelah ulama banyak dipanggil Allah, ilmu juga dicabut dgn meninggalnya para ulama, mulai banyak yg mengaku ulama tp sesat dan menyesatkan.
Mautul 'alim mautul 'alam. Matinya ulama kerugian bagi alam"
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Selasa, 18 Februari 2014
Senin, 17 Februari 2014
Ilmu
Man aroda dunya fa 'alaihi bil 'ilmi, wa man aroda akhiro fa 'alaihi bi 'ilmi, wa man aroda huma fa 'alaihi bi 'ilmi..ma huwa i'lm? 'Amal..
Barangsiapa menginginkan dunia menjadi miliknya, maka hal itu bisa di dapat dengan ilmu..dan barangsiapa menginginkan akhirat menjadi miliknya, maka hal itu juga bisa di dapat dengan ilmu..apakah ilmu itu? Ialah amal perbuatan..
Banyak diantara kita, juga termasuk saya, hanya mengetahui ilmu tanpa di amalkan, terutama bila yg menyangkut ilmu akhirat.. Kita selalu bilang bahwa kita menginginkan kebahagiaan akhirat, tetapi yg sering terjadi adalah kita hanya mengamalkan ilmu dunia. Sedangkan ilmu akhirat hanya sekedarnya saja, sisa-sisa tenaga dr pengamalan ilmu dunia.
Ya memang sih amal dunia bisa d'anggap amal akhirat jika niatnya bener, tapi apa emang sudah bener gitu niat amal dunia kita sehingga bisa di kategorikan amal akhirat? Lha wong untuk amal akhirat saja niat kita kadang masih salah.
Jadi masih panteskah kalau kita tak mengamalkan ilmu tapi mengharap surga? Ngarep sih boleh, ndak masalah, tapi namanya juga ngarep ya kudu di siapin juga hati kalo ternyata kita sedang di PHP-in ilmu kita..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Barangsiapa menginginkan dunia menjadi miliknya, maka hal itu bisa di dapat dengan ilmu..dan barangsiapa menginginkan akhirat menjadi miliknya, maka hal itu juga bisa di dapat dengan ilmu..apakah ilmu itu? Ialah amal perbuatan..
Banyak diantara kita, juga termasuk saya, hanya mengetahui ilmu tanpa di amalkan, terutama bila yg menyangkut ilmu akhirat.. Kita selalu bilang bahwa kita menginginkan kebahagiaan akhirat, tetapi yg sering terjadi adalah kita hanya mengamalkan ilmu dunia. Sedangkan ilmu akhirat hanya sekedarnya saja, sisa-sisa tenaga dr pengamalan ilmu dunia.
Ya memang sih amal dunia bisa d'anggap amal akhirat jika niatnya bener, tapi apa emang sudah bener gitu niat amal dunia kita sehingga bisa di kategorikan amal akhirat? Lha wong untuk amal akhirat saja niat kita kadang masih salah.
Jadi masih panteskah kalau kita tak mengamalkan ilmu tapi mengharap surga? Ngarep sih boleh, ndak masalah, tapi namanya juga ngarep ya kudu di siapin juga hati kalo ternyata kita sedang di PHP-in ilmu kita..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Question
Kehidupan selalu menyajikan berbagai cerita, entah itu bahagia, sengsara, ataupun tanpa rasa. Tak banyak orang yg mampu menciptakan cerita hidupnya (jika memang cerita kehidupan bisa di ciptakan), pun diriku. Aku hanya mampu berjalan mengikuti skenario yg tak pernah aku baca. Aku terkadang hanya mampu menebak bagaimana jalan skenario tersebut, tapi lebih banyak aku terkejut dengan situasi yg ada.
Menciptakan cerita kehidupan dikatakan oleh sebagian orang bisa diciptakan, mereka menciptakan dengan cara berjuang keras mewujudkan apa yg di pikirkannya. Tapi apakah itu yg disebut menciptakan?
Entah bagaimana Qodho dan Qodar itu berlaku, aku hanya percaya ia ada.
Apakah seseorang itu bekerja keras itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Apakah orang malas itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Apakah seseorang berbuat baik itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Apakah seseorang berbuat jahat itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Bahkan daun jatuh pun atas ijin-NYA, lalu apa lantas kejahatan dan kemaksiatan juga berlaku atas ijin-NYA? Jika memang seperti itu mengapa pula di hukum ketika kejahatan dan kemaksiatan bekerja?
Jika demikian semua yg bergerak di alam raya adalah atas ijin-NYA, mengapa pula tak di ciptakan-NYA dunia yg hanya taat kepada-NYA?
Ya aku tau bahwa jika pun seluruh makhluk taat tak akan menambah secuil pun kekuasaan-NYA, juga ketika seluruh makhluk ingkar tak akan mengurangi secuil pun kekuasaan-NYA..
Jika semua berlaku atas ijin-NYA, mengapa pula disediakan-NYA surga dan neraka?
Se-abadi apa surga dan neraka itu? Bukankah hanya DIA-lah yg abadi? Bukankah tak satupun makhluk menyerupai-NYA?
Lantas apa yg harus aku kejar Ya Rabb? Untuk apa aku KAU ciptakan? Skenario apa yg sedang KAU siapkan? Apa yg seharusnya aku pahami? Apa yg seharusnya aku jalani?
Semua ini hanyalah milik-MU, diriku, jiwaku, ah aku salah lagi..bukankan ini adalah diri-MU? Jiwa-MU? Lalu aku? Apakah aku? Apakah benar-benar ada aku ketika semua adalah ENGKAU??
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Menciptakan cerita kehidupan dikatakan oleh sebagian orang bisa diciptakan, mereka menciptakan dengan cara berjuang keras mewujudkan apa yg di pikirkannya. Tapi apakah itu yg disebut menciptakan?
Entah bagaimana Qodho dan Qodar itu berlaku, aku hanya percaya ia ada.
Apakah seseorang itu bekerja keras itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Apakah orang malas itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Apakah seseorang berbuat baik itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Apakah seseorang berbuat jahat itu sudah di skenariokan atau kehendaknya sendiri?
Bahkan daun jatuh pun atas ijin-NYA, lalu apa lantas kejahatan dan kemaksiatan juga berlaku atas ijin-NYA? Jika memang seperti itu mengapa pula di hukum ketika kejahatan dan kemaksiatan bekerja?
Jika demikian semua yg bergerak di alam raya adalah atas ijin-NYA, mengapa pula tak di ciptakan-NYA dunia yg hanya taat kepada-NYA?
Ya aku tau bahwa jika pun seluruh makhluk taat tak akan menambah secuil pun kekuasaan-NYA, juga ketika seluruh makhluk ingkar tak akan mengurangi secuil pun kekuasaan-NYA..
Jika semua berlaku atas ijin-NYA, mengapa pula disediakan-NYA surga dan neraka?
Se-abadi apa surga dan neraka itu? Bukankah hanya DIA-lah yg abadi? Bukankah tak satupun makhluk menyerupai-NYA?
Lantas apa yg harus aku kejar Ya Rabb? Untuk apa aku KAU ciptakan? Skenario apa yg sedang KAU siapkan? Apa yg seharusnya aku pahami? Apa yg seharusnya aku jalani?
Semua ini hanyalah milik-MU, diriku, jiwaku, ah aku salah lagi..bukankan ini adalah diri-MU? Jiwa-MU? Lalu aku? Apakah aku? Apakah benar-benar ada aku ketika semua adalah ENGKAU??
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Senin, 03 Februari 2014
Siapakah aku?
Ketika pada suatu waktu aku pernah terjebak dalam satu halusinasi kehidupan. Aku bergerak bebas, berbicara lantang, berjalan, berlari, dan bergembira, namun itu hanya secuil pribadiku yg nampak.
Dalam kedalaman hati, sementara tubuhku bergerak hatiku terdiam, sementara aku berbicara lantang hatiku terdiam, sementara aku berjalan hatiku terduduk, sementara aku berlari hatiku bersimpuh, dan sementara aku bergembira hatiku meronta.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi,
siapalah aku?
Aku adalah awang, tp apakah jika bukan awang, aku akan menjadi seorang lain?
Siapakah aku?
Bukankah aneh bahwa aku tak tahu siapa diriku?
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Dalam kedalaman hati, sementara tubuhku bergerak hatiku terdiam, sementara aku berbicara lantang hatiku terdiam, sementara aku berjalan hatiku terduduk, sementara aku berlari hatiku bersimpuh, dan sementara aku bergembira hatiku meronta.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi,
siapalah aku?
Aku adalah awang, tp apakah jika bukan awang, aku akan menjadi seorang lain?
Siapakah aku?
Bukankah aneh bahwa aku tak tahu siapa diriku?
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Rabu, 25 Desember 2013
Natal
Hmmm..setiap tahun selalu saja permasalahan yg sama di ulang dan di angkat secara berkelanjutan..sebenarnya apasih natal? Natal=kelahiran kan? Dalam istilah medis setau saya begitu..
Dalam banyak redaksi Natal adl perayaan kelahiran Yesus, Isa putra Maryam as..dimana beliau juga adl Nabi kita..bagi sebagian orang (mayoritas Kristen,apalagi Kristen abangan) mengucapkan Selamat Natal adl sebuah penghargaan dan kegembiraan atas lahirnya Yesus, bagaimanapun anggapan mereka..tp toh Yesus/Isa juga Nabi kita, yg sewajarnya pula jika kita "bergembira" dg "hanya" mengucapkan selamat Natal..saya pribadi percaya, tak ada seorang Muslim pun yg setuju atau bahkan membenarkan bahwa Yesus/Isa as. adl Tuhan..percaya bahwa muslim cukup arif menata hati untuk tidak terjebak dlm makna natal yg d selewengkan..maka dg ikut bergembira dg perayaan kelahiran Yesus/Isa apakah itu berarti seorang Muslim juga percaya bahwa Yesus adl Tuhan? Sungguh paradoks..
Toh kita juga merayakan kelahiran kita,teman-teman kita..jd dengan ikut mengucapkan "selamat Natal" sama dg percaya akan ketuhanan Isa as, saya kira adl suatu hal yg naif..lha wong di QS. At-Taubah ayat 6 saja kita boleh kok melindungi orang kafir (otomatis ritual2nya juga), juga Nabi dl membolehkan masjid Nabawi di gunakan sbg tempat utk melaksanakan ritual keagamaan kristen, kok sekarang "cuma" ucapin natal aja di bilang ngerusak aqidah..
Dan pengucapan selamat Natal disamakan dg ucapan syahadatain? Sungguh keterlaluan, menyamakan kalimat agung tersebut dengan sebuah kalimat "tak berarti"..
Dan memang sebaiknya juga kita ga lebay dlm mengucapkan natal sampe-sampe ikut berpesta pora yg sia-sia..sampe-sampe kita larut di dalamnya..dan memang, ketika kita mengucapkan natal, di khawatirkan kita akan terjerumus dlm hal-hal lebay bin sia-sia itu maka sungguh di wajibkan bagi kita senantiasa berhati-hati..
Dan bagi yg mempunyai sahabat, saudara, karib, kerabat, bos yg demi hubungan baik, demi kerukunan, demi penghormatan, dan demi kelancaran dakwah, kelancaran dialog dan diskusi keagamaan maka ucapkan dan jagalah selalu hati dan iman-mu..
Dalam banyak redaksi Natal adl perayaan kelahiran Yesus, Isa putra Maryam as..dimana beliau juga adl Nabi kita..bagi sebagian orang (mayoritas Kristen,apalagi Kristen abangan) mengucapkan Selamat Natal adl sebuah penghargaan dan kegembiraan atas lahirnya Yesus, bagaimanapun anggapan mereka..tp toh Yesus/Isa juga Nabi kita, yg sewajarnya pula jika kita "bergembira" dg "hanya" mengucapkan selamat Natal..saya pribadi percaya, tak ada seorang Muslim pun yg setuju atau bahkan membenarkan bahwa Yesus/Isa as. adl Tuhan..percaya bahwa muslim cukup arif menata hati untuk tidak terjebak dlm makna natal yg d selewengkan..maka dg ikut bergembira dg perayaan kelahiran Yesus/Isa apakah itu berarti seorang Muslim juga percaya bahwa Yesus adl Tuhan? Sungguh paradoks..
Toh kita juga merayakan kelahiran kita,teman-teman kita..jd dengan ikut mengucapkan "selamat Natal" sama dg percaya akan ketuhanan Isa as, saya kira adl suatu hal yg naif..lha wong di QS. At-Taubah ayat 6 saja kita boleh kok melindungi orang kafir (otomatis ritual2nya juga), juga Nabi dl membolehkan masjid Nabawi di gunakan sbg tempat utk melaksanakan ritual keagamaan kristen, kok sekarang "cuma" ucapin natal aja di bilang ngerusak aqidah..
Dan pengucapan selamat Natal disamakan dg ucapan syahadatain? Sungguh keterlaluan, menyamakan kalimat agung tersebut dengan sebuah kalimat "tak berarti"..
Dan memang sebaiknya juga kita ga lebay dlm mengucapkan natal sampe-sampe ikut berpesta pora yg sia-sia..sampe-sampe kita larut di dalamnya..dan memang, ketika kita mengucapkan natal, di khawatirkan kita akan terjerumus dlm hal-hal lebay bin sia-sia itu maka sungguh di wajibkan bagi kita senantiasa berhati-hati..
Dan bagi yg mempunyai sahabat, saudara, karib, kerabat, bos yg demi hubungan baik, demi kerukunan, demi penghormatan, dan demi kelancaran dakwah, kelancaran dialog dan diskusi keagamaan maka ucapkan dan jagalah selalu hati dan iman-mu..
Wallahu'alam bis showab..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Apalah
Sementara itu kita bersemangat untuk berdakwah, halnya juga seharusnya pula kita mampu berdiri tegak jujur dan konsisten melaksanakan apa yang kita ucapkan..
Bukan hanya menjejalkan tentang janji-janji surga, lebihkanlah pada kengerian neraka..bukan mengapa, nikmat dunia sudah terlalu menghijaukan pemandangan mata daripada iming-iming surga..
Tapi demikian jangan pula terlalu mudah menyalahkan jikalau menemukan janji-janji yang berbeda, sungguh, bisa jadi janji itu yg benar dan janji kita yg salah..bukan, bukan janji kita salah tapi pemahaman kita atas janji tersebut yg kurang tepat..
Pemahaman artifisial, pemahaman tekstual, pemahaman pengembangan, dan banyak pemahaman lain yg mungkin saja lebih benar drpd pemahaman kita..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Bukan hanya menjejalkan tentang janji-janji surga, lebihkanlah pada kengerian neraka..bukan mengapa, nikmat dunia sudah terlalu menghijaukan pemandangan mata daripada iming-iming surga..
Tapi demikian jangan pula terlalu mudah menyalahkan jikalau menemukan janji-janji yang berbeda, sungguh, bisa jadi janji itu yg benar dan janji kita yg salah..bukan, bukan janji kita salah tapi pemahaman kita atas janji tersebut yg kurang tepat..
Pemahaman artifisial, pemahaman tekstual, pemahaman pengembangan, dan banyak pemahaman lain yg mungkin saja lebih benar drpd pemahaman kita..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Selasa, 24 Desember 2013
22 Desember 2013
Seandainya aku tahu seberapa besar cinta seorang ibu, yg aku tahu hanyalah seper-sepuluh dari cintanya..bahkan mungkin seper-sejutanya..
Aku sungguh tak akan pernah tahu..
Seandainya aku selalu sadar tentang hal ini, tak akan sekalipun aku membantah, tak sedikitpun akan mengeluh terhadap semua perintahnya..tapi kadang mataku, hatiku, otakku seolah tumpul, buta terhadap kasih sayang seorang ibu yg hanya dapat aku ketahui seper-sepuluh itu..maafkan aku ibu..
Jika ibu yg selalu hadir, ibu yg terwujud nyata di depan mata, ibu yg wanginya tercium hidung saja aku hanya dapat mengetahui kasih beliau seper-sepuluh (bahkan seper-sejuta) itu saja sering ku lupa.. Bagaimana dengan kasih sayang Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam? Bagaimana pula kasih sayang Allah Sang Maha Segala itu?
Sungguh sangat jauh dari surga apa yg aku jalani..
Astaghfirullahal 'adzim..Astaghfirullahal 'adzim li waliwa lidayya wa li ashabil huquqiy 'alayya wa li jami'il muslimina wal muslimat, mu'minina wal mu'minat al ahyaa i wal amwat..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Aku sungguh tak akan pernah tahu..
Seandainya aku selalu sadar tentang hal ini, tak akan sekalipun aku membantah, tak sedikitpun akan mengeluh terhadap semua perintahnya..tapi kadang mataku, hatiku, otakku seolah tumpul, buta terhadap kasih sayang seorang ibu yg hanya dapat aku ketahui seper-sepuluh itu..maafkan aku ibu..
Jika ibu yg selalu hadir, ibu yg terwujud nyata di depan mata, ibu yg wanginya tercium hidung saja aku hanya dapat mengetahui kasih beliau seper-sepuluh (bahkan seper-sejuta) itu saja sering ku lupa.. Bagaimana dengan kasih sayang Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam? Bagaimana pula kasih sayang Allah Sang Maha Segala itu?
Sungguh sangat jauh dari surga apa yg aku jalani..
Astaghfirullahal 'adzim..Astaghfirullahal 'adzim li waliwa lidayya wa li ashabil huquqiy 'alayya wa li jami'il muslimina wal muslimat, mu'minina wal mu'minat al ahyaa i wal amwat..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Langganan:
Postingan (Atom)