Minggu, 04 Agustus 2013
Konfirmasi Informasi
Apalagi yang membawa berita orang fasiq yg tidak bisa diterima begitu saja riwayatnya. Ada istilah Agama "Laisal khobar kal-iyan". berarti tidak sama dengan melihat sndiri.
Berita (Khobar) itu "Yahtamilu assidqo wal-kadziba" mungkin benar mungkin dusta. Selalu ada dua ihtimal/kemungkinan itu dan itu pasti. Dalam istilah matsal arab "Alkhobar kal-Ghubar" berita itu cepat tersebar seperti debu, kemana2. Lebih-lebih dengan kecanggihan media saat ini. Jangan sampai kita terjebak dalam penyesatan opini publik, oleh media.
Apa lg yg tdk tsiqoh (tidak bisa dipertanggung jawabkan), bisa-bisa kita ikut terjebak merugikan orang lain, bahkan "Iftira'" (Mengada2) yg efeknya sangat merugikan kepada orang yg diberitakan.
Orang yangg bijak seharusnya selektif, tidak reaksioner. Sebagaimana firman ALLAH Swt dalam (QS:17:36) dan (QS: 49:06)
Semoga kita kian bijak dan dewasa dalam menerima informasi apapun, terutama yg menyangkut seseorang/kelompok tertentu. Jangan sampai kita kehilangan obyekyektifitas. Pun jika berita tersebut benar, dan kita tidak suka, ingat firman ALLAH: "Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil (QS:5:8)
Wallahu'alam bis showab
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Jumat, 02 Agustus 2013
Pray For Egypt
Di belahan bumi manapun tak ada yg berhak membunuh atau menyakiti manusia yang tak bersalah,.#PrayForEgypt
Bahkan utk yg jelas bersalah pun kita mempunyai adab menghukum yang harus di laksanakan.. #PrayForEgypt
Jangankan manusia, sebuah jiwa yg merdeka, bahkan hewan pun tak elok rasanya jika di bantai membabi-buta #PrayForEgypt
Dan bukan waktunya pula mendukung atau mengecam, karena jelas semua terlibat di dalamnya (benar atau salah ikut berperan) #PrayForEgypt
Bahwa tugas kita hanya berdoa dan mendukung segala upaya perdamaian agar kekejaman disana berhenti..#PrayForEgypt
Bahwa hal yang paling penting sekarang ini adalah tingkat pemahaman akidah keagamaan untuk memahami perbedaan sebagai sebuah rahmat #PrayForEgypt
Bukan perbedaan yg melegitimasi akan di perbolehkannya perang,pembunuhan ataupun pembantaian #PrayForEgypt
Mengutip Imam Syafi'i dalam Alfiyah-nya bahwa persatuan lebih utama daripada mengerjakan amalan sunnah dari hadist paling shohih skalipun #PrayForEgypt
Bukan hanya untuk mesir, tetapi juga untuk pembelajaran bagi kita selaku manusia, sbagai khalifantullah di bumi..#PrayForEgypt
Wallahu'alam bis showab..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Islamku, Islam Anda, Islam Kita
Makna islam bagi orang yang perjalanan spiritualnya di pesantren tentu berbeda dengan makna Islam yang belajar ngaji di musholla, begitu juga pemaknaan Islam bagi yang tinggal di perkotaan dan yang tinggal di pedesaan, banyak nilai & emosi yang ikut memberikan warna. Bahwa pemikiran itu terbentuk setelah mengalami proses perjalanan yang panjang.
Gus Dur mengakui pada awalnya, beliau mengikuti jalan pikiran ekstrimis yang branggapan Islam sebagai alternatif adalah pola pemikiran 'barat'. Namun dalam perjalanannya, Gus Dur mulai melihat Islam sebagai jalan hidup (syari'ah) yang saling belajar dan mengambil berbagai ideologi non-agama.
Gus Dur pun menyadari bahwa penilaian tentang Islam sbg Jalan hidup ini akan berbeda penasiran atau interprestasi dengan orang lain. Pengalaman pribadi setiap orang tidak akan pernah sama dengan pengalaman orang lain terutama wilayah spiritual. Pengalaman dan pemikiran yang berbeda oleh setiap pribadi orang adalah sesuatu yg khas, dan kemudian dapat disebut 'Islamku'
Kalau pandangan pribadi dipaksakan, akan terjadi dislokasi pada orang lain dislokasi itu akan membunuh keindahan semula dari pandangan sendiri tentang Islam. Dalam berbeda pandangan, orang sering memaksa kehendak & menganggap pandangan yg dikemukakannya sebagai satu-satunya kebenaran.
Gus Dur mengatakan bahwa pemaksaan adalah cara yg tidak rasional meskipun kandungan isi yg disampaikan sangat rasional. Sebaliknya pandangan spritual yg irrasional bisa ditawarkan pada orang lain tanpa paksaan. Contohnya adalah tradisionalisme agama yg banyak kita temui di daerah pedesaan atau tradisi haul yg diselenggarakan oleh pesantren.
Ada juga kebenaran yg diperoleh dengan mempercayai pengalaman spiritual irrasional didasarkan pd keyakinan. Gus Dur menyebutnya sebagai IslamAnda.
'Islam Anda' yang kadar penghormatan terhadapnya ditentukan oleh banyaknya orang yang melakukannya sebagai bentuk keharusan & kebenaran.
Kita harus menyadari bahwa 'Muslim yg baik' adalah yang tidak sekedar menjalankan pelaksanaan ajaran islam semata, "Muslim yg baik' adalah muslim yang juga turut memikirkan masa depan Islam. Pandangan yang mementingkan masa depan Islam ini disebut 'Islam Kita' yg mengacu pd kepentingan bersama kaum muslimin.
Gus Dur merumuskan bahwa 'Islam Kita' ini merupakan cakupan 'Islamku' & 'Islam Anda'. Karena berwatak umum dan menyangkut kaum muslim seluruhnya. 'Islamku' berbeda isi dan bentuknya dari 'Islam Anda', hal ini yang membuat sulitnya merumuskan seperti apa 'Islam Kita'.
Namun saat ini ada kecenderungan 'Islam Kita' yg hendak dipaksakan oleh skelompok org, dengan wewenang menafsirkan segala sesuatu di pegang mereka. Jelas PEMAKSAAN kehendak dalam bentuk pemaksaan tafsiran itu BERTENTANGAN dengan DEMOKRASI. Beberapa kasus Pemaksaan kehendak sering berwujud dalam 'Ideologi Islam' yg hendak dipaksakan sbg ideologi negara ini.
Kalau kita ingin melestarikan 'Islamku' maupun 'Islam Anda' yang harus dlakukan adalah menolak islam sbg ideologi negara. 'Islamku' dan 'Islam Anda' sangat beragam bentuknya. Mengapa harus dipaksakan menjadi seragam?
Akhirnya, bisakah hal-hal esensial yg menjadi keprihatinan kaum muslim akhirnya diterima sebagai 'Islam Kita' dg sukarela yg tdk memaksakan pandangan?
Contoh hal esensial itu seperti: Islam berperan dalam mengangkat harkat umatnya dari penindasan & kemiskinan, atau Islam berperan dalam membentuk moralitas bangsa yg berpihak pada kelompok terlemahkan (mustadh'afin).
"Kita seharusnya tidak memaksakan interpretasi kita sendiri pada orang lain" - Gus Dur
~ Hal terkecil dalam bersikap toleran pada sesama adalah MENERIMA perbedaan pandangan orang lain ~
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Rabu, 31 Juli 2013
Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin.
Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. "Kita tak boleh mengusik tetangga," dalihnya.
Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam tanpa mengikuti saluran yang tersedia.
Tetangga Nasrani itu tak bereaksi apa-apa tentang kejadian ini karena Hasan al-Bashri sendiri belum pernah mengabarinya. Hingga suatu ketika si tetangga menjenguk Hasan al-Bashri yang tengah sakit dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri.
"Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini," tetangga Nasrani tampak menyesal.
Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyum pendek.
Merasa tak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. "Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami."
Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, "Dua puluh tahun yang lalu."
"Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?"
"Memuliakan tetangga adalah hal yang wajib. Nabi kami mengajaran, 'Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga'. Anda adalah tetangga saya," tukasnya lirih.
Tetangga Nasrani itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat..
Bagaimana dengan kita kawan?
Sudahkah menghormati tetangga / non-muslim sedemikian rupa?
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Jumat, 26 Juli 2013
Quote
"Tidak ada ruang kecewa karena manusia untuk sesuatu yg diniatin karena Allah"
Kalau perkiraanku benar, quote ini terwujud ketika beberapa waktu sebelum di selenggarakannya #BUKBERakbarPAY ketika aku, sebagai salah satu panitia merasakan sesuatu yang salah, merasakan sebuah perasaan yang tiba-tiba merasa bersalah karena ketidak-hadiran saudara seperjuangan yang lain..
Tapi disini aku tak hendak menjelaskan asal muasal Quote tersebut, tapi jauh di luar itu. Mencoba meluaskan makna yang tersirat.
Sesuai dengan sebuah ayat yang pasti di baca oleh setiap muslim, yaitu ayat keempat dalam surat pertama Al-Qur'anul Karim :
" Iyyaka na'budu, wa Iyyaka nasta'in"
yang berarti pula bahwa hendaknya jika kita memahami esensi shalat kita, maka setidaknya dalam setiap hembusan nafas, setiap gerakan, pemikiran dan segalanya adalah hanya untuk Allah.
Maka ketika semua hal yang terjadi dari awal kita membuka mata hingga tertutup pada akhirnya adalah hanya untuk Allah. Dan sesuai quote di atas seharusnya tak ada satu pun rasa kecewa hadir karena perbuatan dan perilaku manusia di sepanjang hari kita.
Sehingga bisa di tebak di akhirnya, bahwa dalam arti luas quote tersebut seharusnya berkait pula dengan ayat
"Laa tahzan innaLLaha ma'ana"
Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita"
Juga ayat
"Fabi ayyi aalaa i rabbikumaa tukadzibaan"
Maka nikmat Tuhan mana yg kita dustakan?
Gimana? Sungguh mempesona kan?
Tinggal prakteknya aja yang mungkin agak rumit, tapi tetep aja belajar..^_^
Wallahu'alam bis showab
*kalo mbulet karena nulisnya ngantuk*
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Rindu
Kerinduan itu melekat, tak pernah ia tak menyentuh..
Aku tidak memahami masa depan, tapi setidaknya aku mengerti kerinduan,. atau setidaknya aku mengalami kesunyian..
namun tak cukup kata untuk melukiskan kerinduan itu,.
Namun pada akhirnya, kerinduan bukan keinginan mengulang kenangan,
tapi menjaga Ingatan dalam kesadaran..
Cukupkan aku dengan ingatan, setelah perjalanan panjang dalam kerinduan..
Cukupkan aku dengan keyakinan, setelah pendakian tinggi harapan..
Cukupkan aku, padamu..
*untukmu yang kurindukan*
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kamis, 25 Juli 2013
Hati
Dari dua hadist di atas dapat disimpulkan ada dua kekuatan yg di miliki oleh hati, yang mana kekuatan tersebut tak dimiliki oleh organ-organ lain, yaitu :
1. Hati mempunyai kemampuan untuk memimpin seluruh anggota tubuh. Hatilah yg memberi komando bagi seluruh tubuh untuk berbuat baik pun berbuat buruk
2. Hati mempunyai kemampuan untuk mengenal lebih jauh tentang hadir dan adanya Tuhan, atau dengan nama lain Ma'rifatullah.
Daripada itu hati pun mempunyai kecenderungan yang bertolak belakang, untuk berlari mendekat kepada Tuhan dan sebaliknya ia juga cenderung berlari membelakanginya. Kecenderungan pertama adalah kecenderungan dasar hati, sedangkan kecenderungan yang kedua adalah akibat dari pengaruh-pengaruh eksternal, dan jika di biarkan maka hati akan menjadi hati yang mati.
Hati yang mati akan menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan dari manusia itu sendiri. Dan sungguh hal tersebut patutlah agar kita hindari. Adapun di antara penyebab matinya hati adalah karena kebanyakan dosa dan kebanyakan tidur.
Tidur di satu sisi disebut istirahat, namun di sisi lain tidur identik dengan kemalasan. Dengan banyaknya tidur seseorang akan dalam kondisi lupa kepada kewajiban dan tugas-tugasnya, baik kepada manusia ataupun kepada Allah. Disinilah penyakit hati tersebut akan timbul, dan mulai menjangkiti.
Sebagai seorang muslim yang baik, tentulah kita sangat menginginkan memiliki hati yang cemerlang. Maka dari itu kita hendaknya membiasakan diri menghindari hal-hal yg dapat mematikan hati dan berusaha sebisa mungkin menjaga cahaya hati dengan memperbanyak dzikir dan ibadah.
Wallahu'alam bisshowab
Powered by Telkomsel BlackBerry®