Selasa, 03 Juli 2012

PACARAN

konsekuensi pacaran adalah membentuk karakter yang MELEMPEM

konsekuensi pacaran adalah memperbudak diri

konsekuensi pacaran adalah perpecahan diantara umat ISLAM

konsekuensi pacaran adalah ketidakharmonisan ketika telah berumah-tangga

konsekuensi pacaran adalah PENYUBURAN FREESEX

konsekuensi pacaran adalah menerima stetmen SETAN yg berkata kpd ALLAH "Kami akan mnjadikan apa yg buruk dipandang baik bagi manusia"

konsekuensi pacaran adalah lupa dengan hakikat hidup

konsekuensi pacaran adalah munculnya madzi yg merupakan najis, bagi lelaki dikemaluannya karena bersentuhan dg lawan jenis. solat gak sah deh

konsekuensi pacaran adalah melanggar hukum ISLAM dimana berkhalawat adalah HARAM

konsekuensi pacaran adalah naluri kebinatangan merajai akal sehat

konsekuensi pacaran adalah ketidakbertanggungjawaban lelaki terhadap perempuan

konsekuensi pacaran adalah CARA ANAK KECIL YANG GAK BERANI NIKAH

konsekuensi pacaran adalah pertengkaran GJ antara lelaki dan perempuan

konsekuensi pacaran adalah pendidikan menjadi ajang kontak jodoh

konsekuensi pacaran adalah pemuda hancur dan porak-poranda akibat tidak bermoral

konsekuensi pacaran adalah jalan kebebasan ala KAPITALISME

konsekuensi pacaran adalah pembunuhan akibat keluluhlantakan hati karena cinta yg bertepuk sebelah tangan

konsekuensi pacaran adalah dikata maho utk yg jomblo

konsekuensi pacaran adalah merendahkan kehormatan perempuan (tapi kebanyakan minat dan malah dicari)

konsekuensi pacaran adalah pembodohan diri sendiri

konsekuensi pacaran adalah jalan menuju perzinahan yg semakin ehem

konsekuensi pacaran adalah bikin sibuk ingin diperhatikan lebih.. (padahal yg namanya manusia terbatas)

konsekuensi pacaran adalah diselingkuhin..
Sent from BlackBerry® on 3

Senin, 25 Juni 2012

Menantang Angin

Menantang angin !! kemana kau akan pergi membawa gundahku?
Kini aku bersama mentari mengacuhkan segala derita..
Aku tahu Tuhan Sang Maha Pengasih hendak menamparku
Lewat setitik hitam dan biru yang terbingkai dalam satu pesona
Lewat segala damai dalam wujudnya yang pilu
Aku pun tahu Tuhan Sang Maha Agung tak hendak acuhkan lantunan do'a
Tapi DIA adalah Sang Pencipta, Sang Maha Kuasa yang tak hendak memberi panas dalam salju
Aku menantang angin membawa pergi gundahku
Aku menantang angin dalam syahdu
Aku menantang angin terbangkan khayalku
Aku menantang angin..
Tuhan kuatkan aku..

Jakarta, 26 Juni 2012
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 24 Juni 2012

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Alhamdulillahirrobbil'alamin..adalah ayat kedua Ummul Qur'an,surat Al-fatihah. Namun ada juga sebagian muslim yang menganggap ayat ini adalah ayat pertama. Perbedaan ini timbul karena perbedaan para ulama dalam menyikapi ayat "Bismillahirrahmanirrahim" sebagai ayat pertama atau sebagai permulaan bacaan seperti di semua surat yang lain (kecuali Surat At-Taubah).
Namun daripada itu tidaklah terlalu penting membahasnya karena jamak di pahami meskipun ayat pertama adalah ayat "Alhamdulillahirrobbil'alamin" tetap saja pasti kita akan membaca basmallah sebelum membaca Qur'an (dalam segala hal lebih di utamakan).
Ayat "Alhamdulillahirrobbil'alamin" sendiri bermakna "Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam". Ya,dalam ayat ini kita di ajari bahwa pujian hanya layak di sematkan kepada Allah SWT saja. Pujian disini merupakan bentuk syukur kita terhadap segala nikmat-nikmatNYA yang tak terhingga. Juga pujian disini merupakan bentuk kesabaran kita terhadap apa-apa yang telah di timpakan kepada kita..
Kita dilarang untuk memuji kepada selainNYA, juga kita dilarang untuk berkeluh kesah kepada selainNYA, karena pada dasarnya segala yang terjadi adalah atas karunia dan izinNYA.
Dalam ayat ini pula Allah menyatakan kesombongan bahwa diriNYA-lah Tuhan semesta alam, tak ada sesuatu pun yang lebih hebat, lebih berkuasa, lebih memahami alam semesta selain daripadaNYA. Di haramkan bagi kita para makhluk untuk berlaku sombong, bahkan walau hanya sebesar biji sawi.
Jikalau pun kita adalah orang kaya raya, pemimpin terhebat yg tak pernah kalah, pencipta seni/barang kerajinan tingkat tinggi, motivator ulung, pemberi sedekah terbanyak dll namun itu semua hanyalah setitik bagiNYA. Pun jika kita adalah orang termiskin di dunia, seorang yang punya banyak masalah, seorang yang tak punya kemampuan apa-apa (?), dll maka jangan lupa bahwa Allah-Iah Tuhan semesta alam. Tak perlu rendah diri, minder, khawatir terhadap semua itu karena kita adalah manusia, makhluk paling sempurna yg di ciptakanNYA. Sebagai Tuhan semesta alam Allah tak akan pernah melalaikan makhluknya karena DIA-lah AR-RAHMAN dan AR-RAHIM sebagaimana di sebutkanNYA pada kelanjutan ayat ini.

Hanya Allah-lah pemilik segala kesombongan, hanya Allah-lah pemilik segala karunia
Hanya Allah-lah pemilik segala daya dan upaya
Hanya Allah-lah pemilik raga

Jangan lah bersedih cukupkanlah diri kita dengan
" الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين "

Sent from BlackBerry® on 3

Kamis, 21 Juni 2012

Bismillahirrahmanirrahim..

Bismillahirrahmanirrahim..adalah sebuah ayat yang pasti kita baca di awal pembacaan surat Al-Qur'an (kecuali Surat At-Taubah). Bismillahirrahmanirrahim juga merupakan ayat pertama dari Surat Al-Fatihah, jantung atau ibu dari keseluruhan isi Al-Qur'an. Juga merupakan surat pertama yang turun secara utuh dalam satu kesatuan. Al-Fatihah juga merupakan surat pertama dari Al-Qur'an (dimana hal ini merupakan kesepakatan para Sahabat RA atas petunjuk Rasul Muhammad SAW)
Di sini pula Allah mendidik dan mengajari kita, orang-orang mukmin dan muslim, untuk selalu membaca Basmallah bila hendak memulai sesuatu hal untuk di kerjakan. Bahkan hal yg remeh temeh sekalipun.
Dalam hal ini (membaca Basmalah ketika memulai sesuatu) maka akan membuat kita untuk menyadari bahwa apa yang kita lakukan itu pada hakikatnya adalah atas izin-NYA. Sehingga di harapkan agar dalam berbuat dan bertindak kita selalu mengingat-NYA, jadi akan tercipta suatu tindakan yang baik, menyenangkan, bermanfaat dan jauh dari kata sia-sia..

Wallahu'alam bishowab..
Sent from BlackBerry® on 3

Senin, 04 Juni 2012

Qadha dan Qadhar

Suatu hari dalam sebuah kajian di jelaskan tentang pengertian Qadha dan Qadar dan hubungannya dengan kehendak bebas yang di miliki oleh setiap manusia. berikut akan coba saya kemukakan kajian tersebut  :

Iman kepada Qadha dan Qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala seuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya :

Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupny) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud). 

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. 

        Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan dibawa kehadapan Khalifah Umar. ” Mengapa engkau mencuri?” tanya Khalifah. Pencuri itu menjawab, ”Memang Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri.” Mendengar jawaban demikian, Khalifah Umar marah, lalu berkata, ” Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!.” Orang-orang yang ada disitu bertanya, ” Mengapa hukumnya diberatkan seperti itu?”Khalifah Umar menjawab, ”Ya, itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah”.

Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.

Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.
Mengenai hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada dua macam : 

     1.Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah berfirman  
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S Ar-Ra’d ayat 11) 
 2.Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih, usia dan sebagainya.

wallahu'alam bishowab...

Minggu, 06 Mei 2012

Wanita Penghuni Neraka...

Sayidina Ali k.w.j. berkata: "Aku masuk ke rumah Nabi SAW berserta Fatimah lalu aku dapati Baginda sedang menangis tersedu-sedu, kemudian aku berkata: "Tebusan Tuan adalah ayahku dan ibuku wahai Rasulullah, apakah yang membuat Tuan menangis?

" Baginda bersabda, "Wahai Ali! Pada malam aku diangkat ke langit aku melihat kaum perempuan dari umatku disiksa di Neraka dengan bermacam-macam siksaan, lalu aku menangis karena begitu berat siksaan mereka yang aku lihat. Aku melihat perempuan yang digantung dengan rambutnya serta mendidih otaknya. Dan aku melihat perempuan yang digantung dengan lidahnya sedangkan air panas dituangkan pada tenggorokannya.
Dan aku melihat perempuan yang benar-benar diikat kedua kakinya sampai kedua susunya dan diikat kedua tangannya sampai ubun-ubunnya dan Allah mengarahkan ular ular dan kalajengking menyengatinya. Dan aku melihat seorang perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai dan ia ditimpakan sejuta siksaan. Dan aku melihat seorang perempuan berbentuk anjing dan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya (jalan belakang) sementara malaikat memukul kepalanya dengan tongkat besar dari api Neraka
.

" Lalu Sayidatina Fatimah Az Zahra r.ha berdiri dan berkata, "Wahai kekasihku dan cahaya mataku! Perbuatan apa yang dilakukan oleh mereka hingga ditimpa seksaan ini?

" Maka Nabi SAW bersabda: "Wahai anakku! Adapun perempuan yang digantung rambutnya itu adalah karena dia tidak menutupi rambutnya dari pandangan kaum laki-laki ajnabi.
Adapun perempuan yang digantung dengan lidahnya karena dia telah menyakiti suaminya.
Adapun perempuan yang digantung kedua susunya karena dia telah mempersilahkan (orang lain) untuk menduduki tempat tidur suaminya.
Adapun perempuan yang diikat kedua-dua kakinya sampai kedua susunya dan diikat kedua tangannya sampai ke ubun ubunnya dan Allah mengarahkan ular-ular untuk menggigitnya dan kala jengking untuk menyengatinya karena dia tidak mandi junub setelah haid dan dia mempermainkan (meninggalkan) sholat. 

Adapun perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai karena dia adalah ahli adu domba dan pembohong.
 Adapun perempuan yang berbentuk anjing dan api masuk ke mulutnya dan keluar dari duburnya karena ia ahli umpat lagi penghasut.


Wahai anakku! Celaka bagi perempuan yang tidak berbakti kepada suaminya.
"

Rabu, 11 April 2012

Kisah Sayidina Ali "antara nafsu dan pengendalian diri"

Suatu hari ketika Sayidina Sayidina Ali sedang berada dalam pertempuran, pedang musuhnya patah dan orangnya terjatuh. Sayidina Ali berdiri di atas musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu, dia berkata, “Jika pedangmu berada di tanganmu, maka aku akan lanjutkan pertempuran ini, tetapi kerana pedangmu patah, maka aku tidak boleh menyerangmu.”

“Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu,” orang itu berteriak balik.

“Baiklah kalau begitu,” jawab Sayidina Ali, dan dia menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu.
“Apa yang sedang kamu lakukan”, tanya orang itu kebingungan.
“Bukankah saya ini musuhmu?”
Sayidina Ali memandang tepat di matanya dan berkata, “Kamu bersumpah kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, kerana itu majulah dan seranglah aku”.
Tetapi orang itu tidak mampu. “Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata,” jelas Sayidina Ali.
“Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Iaitu antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan mempertanyakan hal ini kepadaku.”
“Inikah cara Islam?” Orang itu bertanya.
“Ya,” jawab Sayidina Ali, “Ini adalah Firman Allah, yang Maha Kuasa, dan Maha Satu.”
Dengan segera, orang itu bersujud di kaki Sayidina Ali dan memohon, “Ajarkan aku syahadat.”
Dan Sayidina Ali pun mengajarkannya, “Tiada tuhan melainkan Allah. Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah.”
Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. Sayidina Ali menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi dia tidak membunuh orang itu.
“Mengapa kamu tidak membunuh aku?” Orang itu berteriak dengan marah.
“Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?” Dan dia meludahi muka Sayidina Ali.
Mulanya Sayidina Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya.
“Aku bukan musuhmu”, Sayidina Ali menjawab.
“Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan tercatit atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu.”
“Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?” orang itu bertanya.
“Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan”. Sayidina Ali menjelaskan kepadanya. “Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk
membunuhmu, aku tak boleh.”
“Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?”
“Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam.”
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki Sayidina Ali dan dia juga diajarkan dua kalimah syahadat sebagai tanda keIslaman dan keimanannya.