Senin, 04 Juni 2012

Qadha dan Qadhar

Suatu hari dalam sebuah kajian di jelaskan tentang pengertian Qadha dan Qadar dan hubungannya dengan kehendak bebas yang di miliki oleh setiap manusia. berikut akan coba saya kemukakan kajian tersebut  :

Iman kepada Qadha dan Qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala seuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya :

Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupny) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud). 

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. 

        Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan dibawa kehadapan Khalifah Umar. ” Mengapa engkau mencuri?” tanya Khalifah. Pencuri itu menjawab, ”Memang Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri.” Mendengar jawaban demikian, Khalifah Umar marah, lalu berkata, ” Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!.” Orang-orang yang ada disitu bertanya, ” Mengapa hukumnya diberatkan seperti itu?”Khalifah Umar menjawab, ”Ya, itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah”.

Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.

Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.
Mengenai hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada dua macam : 

     1.Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah berfirman  
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S Ar-Ra’d ayat 11) 
 2.Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih, usia dan sebagainya.

wallahu'alam bishowab...

Minggu, 06 Mei 2012

Wanita Penghuni Neraka...

Sayidina Ali k.w.j. berkata: "Aku masuk ke rumah Nabi SAW berserta Fatimah lalu aku dapati Baginda sedang menangis tersedu-sedu, kemudian aku berkata: "Tebusan Tuan adalah ayahku dan ibuku wahai Rasulullah, apakah yang membuat Tuan menangis?

" Baginda bersabda, "Wahai Ali! Pada malam aku diangkat ke langit aku melihat kaum perempuan dari umatku disiksa di Neraka dengan bermacam-macam siksaan, lalu aku menangis karena begitu berat siksaan mereka yang aku lihat. Aku melihat perempuan yang digantung dengan rambutnya serta mendidih otaknya. Dan aku melihat perempuan yang digantung dengan lidahnya sedangkan air panas dituangkan pada tenggorokannya.
Dan aku melihat perempuan yang benar-benar diikat kedua kakinya sampai kedua susunya dan diikat kedua tangannya sampai ubun-ubunnya dan Allah mengarahkan ular ular dan kalajengking menyengatinya. Dan aku melihat seorang perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai dan ia ditimpakan sejuta siksaan. Dan aku melihat seorang perempuan berbentuk anjing dan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya (jalan belakang) sementara malaikat memukul kepalanya dengan tongkat besar dari api Neraka
.

" Lalu Sayidatina Fatimah Az Zahra r.ha berdiri dan berkata, "Wahai kekasihku dan cahaya mataku! Perbuatan apa yang dilakukan oleh mereka hingga ditimpa seksaan ini?

" Maka Nabi SAW bersabda: "Wahai anakku! Adapun perempuan yang digantung rambutnya itu adalah karena dia tidak menutupi rambutnya dari pandangan kaum laki-laki ajnabi.
Adapun perempuan yang digantung dengan lidahnya karena dia telah menyakiti suaminya.
Adapun perempuan yang digantung kedua susunya karena dia telah mempersilahkan (orang lain) untuk menduduki tempat tidur suaminya.
Adapun perempuan yang diikat kedua-dua kakinya sampai kedua susunya dan diikat kedua tangannya sampai ke ubun ubunnya dan Allah mengarahkan ular-ular untuk menggigitnya dan kala jengking untuk menyengatinya karena dia tidak mandi junub setelah haid dan dia mempermainkan (meninggalkan) sholat. 

Adapun perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai karena dia adalah ahli adu domba dan pembohong.
 Adapun perempuan yang berbentuk anjing dan api masuk ke mulutnya dan keluar dari duburnya karena ia ahli umpat lagi penghasut.


Wahai anakku! Celaka bagi perempuan yang tidak berbakti kepada suaminya.
"

Rabu, 11 April 2012

Kisah Sayidina Ali "antara nafsu dan pengendalian diri"

Suatu hari ketika Sayidina Sayidina Ali sedang berada dalam pertempuran, pedang musuhnya patah dan orangnya terjatuh. Sayidina Ali berdiri di atas musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu, dia berkata, “Jika pedangmu berada di tanganmu, maka aku akan lanjutkan pertempuran ini, tetapi kerana pedangmu patah, maka aku tidak boleh menyerangmu.”

“Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu,” orang itu berteriak balik.

“Baiklah kalau begitu,” jawab Sayidina Ali, dan dia menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu.
“Apa yang sedang kamu lakukan”, tanya orang itu kebingungan.
“Bukankah saya ini musuhmu?”
Sayidina Ali memandang tepat di matanya dan berkata, “Kamu bersumpah kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, kerana itu majulah dan seranglah aku”.
Tetapi orang itu tidak mampu. “Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata,” jelas Sayidina Ali.
“Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Iaitu antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan mempertanyakan hal ini kepadaku.”
“Inikah cara Islam?” Orang itu bertanya.
“Ya,” jawab Sayidina Ali, “Ini adalah Firman Allah, yang Maha Kuasa, dan Maha Satu.”
Dengan segera, orang itu bersujud di kaki Sayidina Ali dan memohon, “Ajarkan aku syahadat.”
Dan Sayidina Ali pun mengajarkannya, “Tiada tuhan melainkan Allah. Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah.”
Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. Sayidina Ali menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi dia tidak membunuh orang itu.
“Mengapa kamu tidak membunuh aku?” Orang itu berteriak dengan marah.
“Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?” Dan dia meludahi muka Sayidina Ali.
Mulanya Sayidina Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya.
“Aku bukan musuhmu”, Sayidina Ali menjawab.
“Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan tercatit atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu.”
“Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?” orang itu bertanya.
“Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan”. Sayidina Ali menjelaskan kepadanya. “Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk
membunuhmu, aku tak boleh.”
“Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?”
“Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam.”
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki Sayidina Ali dan dia juga diajarkan dua kalimah syahadat sebagai tanda keIslaman dan keimanannya.

Jumat, 16 Maret 2012

Ayah..

Dlm sebuah hadist Rasulullah SAW menyatakan bahwa di antara makhlukNYA yg paling kita hormati adalah IBU.
Tentu tak usah di ragukan dan di perdebatkan lg tentang kasih sayang ibu yg menurut orang "sepanjang jalan" (menurut saya sih tak berbatas).
Sudah sangat jamak kalau dengan ibu-lah kita menjadi sangat tenang,damai,dan mampu dg begitu intimnya bercerita tentang segala hal dlm diri kita. Namun secara tidak sadar kita juga melupakan bagaimana seorang ayah sangat berperan. Yang sering terjadi adalah kita merasa bahwa seorang ayah adl orang yang kita takuti dg kewibawaannya dan suaranya yg menggelagar,yang kita hormati karena perintahnya yg tegas,yang kita "keder" dg kemarahan-kemarahannya. Dengan segala "keangkeran" seorang ayah itu secara tidak sadar hubungan,kasih sayang,dan kedekatan kita pun akan berbatas kepada beliau.
Namun tak ada kata kecewa,tidak ada raut kesedihan terpancar dari wajah ayah bahkan ketika beliau tahu masalah yg kita hadapi dari istri beliau, ibu, karena kita tak berani bercerita kepadanya. Atau ketika kita tak sadar ketika beliau sangat khawatir terhadap kondisi kesehatan kita, karena ketika itu beliau tak ada di samping kita untuk menemani, beliau ada di luar, di jalan,berlomba dengan waktu dan berkeringat untuk mencari dana kesembuhan kita. Bahkan ketika kita tertidur pulas dr pengaruh sakit dan obat kita, kita tak pernah tahu dalam tingkat kepayahan yg sangat beliau duduk menggantikan ibu untuk memberikan waktu bagi ibu beristirahat.
Ya dengan segala ego dan ke-"macho"-an ayah banyak hal yang tidak kita sadari. Ditambah pula dengan ke-pendiam-an beliau,rasa gengsi beliau yang membuat kita jauh. Pekerjaan-pekerjaan yang ayah lakukan semata hanya untuk kita, sekalipun tak pernah beliau bercerita kesusahan yg beliau hadapi..semata2 karena beliau tak ingin membebani kita..sadarkah kita? Waktu akan terus berjalan sudahkah kita melakukan yg terbaik untuk ayah kita? Mengingat nasihat2 beliau dan mencoba menata kembali hubungan yang renggang diantara kita? Ya Aku Rindu Ayah...





Rabu, 14 Maret 2012

Sebentuk Kata

Kemilau dunia memang sangatlah menggoda,segala kenikmatan terpancar darinya..
Daya tarik sebongkah batu bahkan bisa melampaui harga sebuah nyawa..
Apa yg tersimpan,apa yg menjadi suatu misteri menghilang dlm tubuh wanita..
Ketika apa yg tersimpan terhampar,semua mata akan terpukau terpesona..
Duhai engkau harta dunia..
Sinarmu lapuk oleh waktu kematian..
Namun banyak jiwa-jiwa ini berlari,memekik mendambamu..
Duhai engkau harta dunia,.
Sinarmu membutakan jiwa-jiwa agung itu dalam kenistaan..
Ya Allah Tuhan seru sekalian alam..ampunkanlah kami yg terjerembab dalam lubang kehinaan..
Ya Allah Tuhan pemilik dan penjaga jagad raya,balikkanlah hati kami agar tak dikuasai harta dunia..
Ya Allah Yang Maha Besar dan Berkuasa,sungguh besar pula keinginanku menjadi hambaMU yg KAU akui..
Ya Allah Sang Pembagi Rizki yang terbaik,sabarkanlah aku atas nikmat dan cobaanMU karena sesungguhnya cobaanMU adl rahmatMU
Ketika nafas ini KAU hentikan,ketika darah ini tak KAU ijinkan beredar..
Ketika mata ini tak KAU buka lagi..
Biarkanlah aku berada dalam peluk kasih-sayangMU,ampuni aku,rahmati aku.,

Jumat, 09 Maret 2012

Hari ini seperti hari yang sudah sudah,tak ada yang istimewa..hanya beranjak dari peraduan dan bersiap untuk melakukan rutinitas yang hampir setiap hari sama,meskipun berbeda itu hanya setitik saja..
Namun tak seperti yang terlihat,hatiku gundah melebihi yg sudah sudah. Melihat lalu lalangnya manusia di ibukota,mengingat bahwa hanya segelintir orang di masjid subuh pagi tadi, miris..
Akan seperti apakah zaman ini?
Ketika semua orang beranjak dari peraduannya,berangkat bekerja dan takut untuk terlambat tiba di kantor nya,namun hanya segelintir dari mereka yang takut dan gelisah ketika adzan berkumandang memanggil mereka kepada Allah SWT namun tubuh ini belum beranjak menujuNYA.
Aku jd teringat pada sebuah ayat yg paling sering di ulang dlm Al-Qur'an tepatnya dalam surat Ar-Rahman.."MAKA NIKMAT TUHAN MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN ?" Dalam surat tersebut menurutku sangat banyak hal yg tersirat ataupun tersurat. Bahwasanya nikmat yg kita peroleh sungguhlah sangat banyak,namun kita sadari atau tidak kita telah sangat sangat mendustakannya baik itu dg perilaku ataupun hati kita.
Maka patutlah kita merasa malu akan hal tersebut,bayangkan bahwa ketika seorang bos atau perusahaan kita memberi gaji atau bonus kita bahkan tak akan pernah lupa hal tersebut. Atau ketika kekasih,suami/istri kita memberi sebuah kejutan kita tak kan pernah lupa.
Maka semoga apa yg telah menjadi nikmatNYA tak pernah kita lupakan,lihatlah ke bawah untuk menyadari nikmatNYA,namun apabila anda sudah berada di bawah ingatlah bahwa kita telah terlahir dg sesempurna bentuk,kita lahir telanjang dan lemah tanpa daya dan skrg kita sudah mampu berdiri,bergerak,mandiri,itu merupakan suatu kenikmatan.
Lihatlah ke atas hanya agar semangat kita berusaha mnjadi manusia yg terbaik tak luntur.

Jumat, 02 Maret 2012

Rinduku...

Bismillahirrahmanirrahim...                                                                                                    
                                                                                                                                      
Sungguh pada diri Muhammad Rasulullah-lah terdapat suri teladan yang terbaik. Bahkan dalam Al-Qur'an karim hal itu di sebutkan. Sungguh beruntung orang-orang yang hidup berdampingan dengan beliau, melihat bagaimana beliau bersikap, bagaimana beliau bertutur, bagaimana ketegasan dan kesabaran beliau. Bagaimana seorang penguasa sangat menyadari bahwa sesungguhnya dia adalah pelayan bagi orang yang dikuasai nya, seperti terlihat pada keseharian Rasulullah yang tak pernah mengharapkan umat dan rakyatnya membantu beliau, bahkan beliaulah yang sering berusaha meringankan beban umatnya.                                      
Perhatikan sikap beliau ketika di hadapkan kepada kejahilan Suku Quraisy yang dalam perjanjian Hudaibiyah menolak perjanjian ketika di dalam surat perjanjian tersebut di tandai Nabi SAW dengan nama "Muhammad Rasulullah", yang pada akhirnya diganti dengan "Muhammad bin Abdullah". Dimana pada kasus ini banyak di antara sahabat yang tidak rela dengan hal yang demikian, namun tidak demikian dengan Rasul agung ini, beliau dengan sabar menenangkan sahabat-sahabat beliau.                                                                     
Perhatikan pula bagaimana seorang pemimpin umat, pemimpin sebuah negara rela tidur di depan pintu kamar hanya karena tidak mau mengganggu tidur sang istri.                               Perhatikan bagaimana kecintaan beliau kepada umatnya, yang di dalam cerita masyhur di ceritakan bahwa ketika dalam sakaratul maut yang beliau ingat adalah kita umatnya. Pemimpin manakah yang mampu berbuat seperti itu?                                                                      
Bagaimana seorang manusia mampu sedemikian dicintai oleh manusia lain, bahkan oleh malaikat?                                                                                                                         
betapa rindu nya aku pada mu Ya Nabiyullah..